Assalamu'alaikum Wr.Wb.
Well, Hollaa people!
Pada kesempatan kali ini aku ingin berbagi sedikit pengetahuan dan pengalaman setelah mengikuti kegiatan kunjungan wisata ke salah satu museum paling popular di Indonesia. Kira-kira dimana tuh Gengs? Yuk check it out!
Museum yang aku maksud diatas adalah Museum Purbakala Sangiran. Ada yang tahu Gengs? Pada tanggal 16 Januari 2020 tepatnya pada hari Kamis, aku dan seluruh pelajar kelas X SMK N 1 Wonosobo melaksanakan kegiatan wajib kunjungan wisata ke Museum Purbakala Sangiran. Sekedar info nih Gengs, ternyata kunjungan wisata bukan hanya sebagai wahana rekreasi lho, namun lebih dari itu. Dengan kegiatan kunjungan wisata, siswa dapat belajar berinteraksi dengan dunia luar dan lebih aktif. Mengapa begitu? Karena siswa telah terjun, belajar secara langsung dan mandiri. So jangan kaget ya kalau museum ini banyak dikunjungi sekolah-sekolah. Museum ini juga ramai dikunjungi oleh wisatawan Gengs, baik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Museum ini menjadi tempat recommended yang harus dikunjungi, apabila people-people dirumah ingin berekreasi sekaligus belajar. Mungkin masih ada yang belum tahu Museum Purbakala Sangiran itu apa? Yuk kita bahas! Museum Purbakala Sangiran adalah situs arkeologi (situs manusia purba) yang ada di Indonesia. Museum ini merupakan arena penelitian tentang kehidupan pra sejarah terpenting dan telengkap di Asia. Lokasi tepatnya ada di Desa Krikirlan, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, Propinsi Jawa Tengah.
Museum Sangiran memiliki luas 56 km² yang luasnya meliputi tiga kecamatan di Kabupaten Sragen, yaitu Kecamatan (Gemolong, Kalijambe, dan Plupuh) serta Kecamatan Gondangrejo yang masuk wilayah Kabupaten Karanganyar. Kebayang luasnya? Museum Sangiran terletak di dalam kawasan Kubah Sangiran yang merupakan bagian dari depresi Solo. Jarak dari Wonosobo ke Museum Sangiran adalah 159 km. Wah cukup jauh ya Gengs! Dengan bus perjalanan dapat ditempuh dengan waktu kurang lebih 5-6 jam. Jangan lupa bawa jajan ya hihihi.
Berikut, ada juga nih keistimewaan dari Museum Purbakala Sangiran, yang pertama pada tahun 1977 Sangiran ditetapkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia sebagai cagar budaya. Kemudian yang kedua adalah pada sidang ke 20 Komisi Warisan Budaya Dunia di Kota Marida, Mexico tanggal 5 Desember 1996, menetapkan Sangiran sebagai salah satu Warisan Budaya Dunia dengan nomor 593. Dengan demikian pada tahun tersebut situs ini resmi terdaftar dalam Warisan Budaya Dunia UNESCO. Wow, keren ya Gengs! Sudah seharusnya kita bangga dengan Indonesia dan segala keberagamannya.
Setibanya di parkiran Museum Purbakala Sangiran, kita akan disambut dengan patung kepala manusia purba yang terbuat dari batu berukuran sangat besar Gengs. Yang mana menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung untuk bersua foto alias selfi. Ditambah dengan panorama pepohonan hijau yang mengelilingi museum, menciptakan suasana asri, sejuk, dan indah yang tentunya memanjakan mata. Cocok nih, khususnya buat kita yang doyan upload foto di medsos hihihi. Selain itu, disana juga terdapat batu pengesahan berdirinya Museum Sangiran. Tertera pada batu tersebut bahwa museum diresmikan pada tanggal 5 Desember 2011, oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia pada saat itu ( Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh. Dea).
Sebelum masuk ke Museum Sangiran, kita secara berkelompok akan disambut dan diberi arahan oleh tour guide yang telah disediakan dari pihak museum nih Gengs. Arahan tersebut antara lain seperti larangan membuang sampah di dalam museum, membawa makanan, pengenalan singkat ruang museum, dan penjelasan mengenai sejarah Museum Sangiran.
Hollaa people!
Selanjutnya aku akan mengajak kalian masuk ke ruang di Museum Purbakala Sangiran. Kira-kira ada apa saja? Yuk lanjut!
Jadi ruang yang terdapat di dalam Museum Sangiran terbagi menjadi tiga ruangan yaitu, Ruang Pamer 1, Ruang Pamer 2, dan Ruang Pamer 3. Ketiga ruang pamer tersebut terletak di sepanjang lorong terbuka, yang ternyata masing-masing ruang pamer memiliki tema sendiri lho Gengs! Ruang Pamer 1 memiliki tema Kekayaan Sangiran dan berisi berbagai fosil dan artefak yang ditemukan di daerah Sangiran. Ruang Pamer 2 bertemakan Langkah-langkah Kemanusiaan dan berisi rekam jejak silsilah umat manusia dan kehidupannya pada saat itu. Kemudian Ruang Pamer 3 memiliki tema Masa Keemasan Homo Erectus yang berisi replika kehidupan species Homo Erectus dan fosil-fosil yang ditemukan pada masa tersebut.
Masuk ke Ruang Pamer 1, bertemakan Kekayaan Sangiran (Wealth of Sangiran) dan berisi berbagai fosil yang ditemukan di daerah Sangiran. Ruang ini berisi koleksi-koleksi fosil dan artefak manusia purba hingga gambaran kehidupan manusia purba. Di sana kita akan melihat fosil gajah, gading gajah, peralatan batu seperti (batu serpih, gurdi, serut, bilah, kapak persegi, kapak perimbas, kapak penetak), dan gambaran hewan purba seperti buaya, dan banteng. Selain itu di ruang ini terdapat gambar proses evolusi makhluk sel tunggal-manusia, evolusi manusia, fosil crocodillus sp, chelonia sp, hippotamu sp, stegodon trigonochipalus, hingga bola batu dan moluska. Disana terdapat replika buku harian Charles Darwin beserta penjelasan mengenai temuan dan pemikirannya. Sebagian besar fosil di pajang pada arena ini, baik dalam bentuk diorama maupun foto-foto dan grafis pendukung. Fosil Homo Erectus, alat-alat bantu untuk kehidupan manusia purba, dan binatang-binatang purba dapat kita saksikan di Ruang Pamer 1. Selama berkeliling kita akan didampingi dan mendapat penjelasan oleh tour guide mengenai satu persatu bagian di ruang pamer oleh, jadi jangan takut bingung ya!
Oke Gengs, sebelum masuk ke Ruang Pamer 2, jangan takut kepanasan ya Gengs! Karena masing-masing ruang pamer telah difasilitasi AC. Jadi, semangat kelilingnya!
Selanjutnya Ruang Pamer 2, bertema Langkah-langkah Kemanusiaan (Steps of Humanity) yang berisi rekam jejak silsilah umat manusia dan kehidupannya pada masa itu. Lengkap dengan tayangan audio visual mengenai proses terjadinya jagat raya. Tayangan ini berupa dokumentasi visual teori "big bang" terbentuknya alam semesta, hingga pembabakan zaman dan makhluk hidup yang tinggal di masa tersebut. Di ruang ini ada beberapa fosil manusia purba, dan yabg lebih menarik adalah perkembangan manusia dengan gambaran tengkorak-tengkorak
manusia, antara lain Australpithecus, Africanus Pithecantropus Modjokertoensis, Homo Erectus, hingga Homo Sapien. Selain itu, ada juga buku mengenai evolusi. Teori evolusi menjelaskan bagaimana makhluk hidup berubah dari generasi ke generasi. Bahkan, hasil penelitian terbaru hampir selalu mengakibatkan pandangan tentang asal-usul manusia berubah-ubah. Pada tahun 1970 an masih banyak mata rantai yang belum ditemukan dan hubungan kekerabatan antara manusia dengan kera tampak jauh. Namun, pada tahun 1990 an fosil-fosil yang mengisi mata rantai yang hilang, lebih banyak ditemukan dan ternyata kekerabatan manusia dengan kera tampak semakin dekat. Di ruang pamer ini dipaparkan sejarah penelitian manusia purba di Indonesia, sekaligus pakar-pakar yang terlibat seperti GHR Von Koeningswald dan Eugene Dubois. Wow lengkap ya Gengs!
Kemudian yang terakhir ada Ruang Pamer 3, memiliki tema Masa Keemasan Homo Erectus (The Golden Era of Homo Erectus) berkisar 500.000 tahun yang lalu dan berisi replika kehidupan species Homo Erectus dan fosil-fosil yang terdapat pada masa tersebut. Pada ruang pamer ini tidak terdapat banyak diorama. Hanya ada 2 diorama besar yang menggambarkan kehidupan manusia purba Homo Erectus pada masa keemasannya. Yang menarik di Ruang Pamer 3 ini adalah ada sebuah papan bertuliskan tangan dari Bp. Ganjar Pranowo (Gubernur Jawa Tengah saat ini), berbunyi: Di tempat ini, ada banyak misteri kehidupan. Semua orang bisa berlomba-lomba menguji rahasia Tuhan. Adakah yang mampu membuka tabir itu? Adakah kakek - nenekku disini?
Wow, sangat menarik ya Gengs!
Sebelum pulang, kita dapat menonton film mengenai sejarah Museum Purbakala Sangiran terlebih dahulu nih Gengs, di bisokop mini yang terletak dibawah tangga keluar. Dijamin menyenangkan dan menambah wawasan pastinya. Kita juga dapat membeli cindera mata atau makanan yang ada di kios-kios di depan museum ya Gengs.
Jadi gimana? Sudah tahu kan, mengenai Museum Purbakala Sangiran seisinya? Atau ada yang sudah mengagendakan kunjungan? Sudah ditunggu ya pastinya oleh kakek - neneknya disana hihihi.
Cukup sekian dulu ya Gengs cerita Museum Purbakala Sangiran. Semoga bermanfaat bagi semua, apabila ada kesalahan atau tutur kata yang kurang berkenan mohon dimaafkan.
See u people!






Terima kasih infonya ya membantu bgt
BalasHapus